beberapa tahun terakhir ini.
aku selalu menghabiskan waktu dirumah.
kalau ada teman yang ajakku main, aku ajak mereka kerumah.
kalau ada teman yang ajakku ngumpul, aku lebih suka rumah dijadikan basecamp

entah kenapa, aku lebih suka dirumah.
menghabiskan waktu bersama keluarga.
kalau ada acara keluarga, membosankan seperti apapun. aku ikut.
bukan berarti aku tidak punya teman, entah mengapa. aku menghindarinya.

walau terkadang, berada dirumah hanya untuk menatap wajah ibuku, atau ayahku yang sedang tidur.
mereka semakin tua.
aku buka kembali album-album foto lama yang mulai berdebu.
kita tertawa lepas dalam memori berbentuk gambar itu.

dan seiring berjalannya waktu, keakraban itu memudar.
kakakku sudah mulai suka menghabiskan waktu bersama pacarnya, atau teman kantornya.
dan adikku, sedang terjebak dengan asyiknya "kenakalan remaja"
keakraban itu kini hilang, bahkan kadang "dipaksakan"

kembali ke 2012. 
menurutku, ini adalah tahun terbaik untukku. 
menghabiskan waktu bersama keluarga. bahkan aku tidak malu untuk mencium tangan ibuku di depan teman-temanku.
bertahun-tahun tidak punya pacar, sama sekali tidak masuk dalam list "kesedihan" ku

malam ini, pergantian tahun 2012, menuju 2013
arti tahun baru bagiku...
menghabiskan waktuku dirumah.
bersama ayah dan ibuku.
bersama uban ayah dan ibuku
bersama keriput ayah dan ibuku
kita tertawa bersama.
merenung bersama.
bersyukur bersama.
karena sampai detik ini, kita masih hidup.
entah sampai kapan, ketika aku terjaga dari tidur... senyum mereka masih ada di pagi hariku.

Terimakasih Tuhan

kau berikanku nafas di tahun 2013, bukan untuk dirayakan secara berlebihan
melainkan untuk disyukuri dengan tangis haru.


"Gir, you are the most simple man that i ever seen"
"is that so?"
"yeah, lo bener-bener ga mau ribet ya jadi orang?"
"Hm..."

Dia memandang gue kecewa. sangat.
manusia yang dia kagumi selama ini ternyata sangat mengecewakan saat dikenal lebih dekat.
"Misal begini..." ucap gue memecah kesunyian.
"Apa?"

"Kalau misal ada cowo bencong, main sama cewe-cewe lesbian"
dia mengerutkan dahi.
"Trus dia menyukai salah satu salah satu cewe lesbi itu."
"Tapi dia merasa dia lesbi."
dia makin bingung. "kok gitu?"
"soalnya dia merasa dia cewe seutuhnya, jadinya kalo suka sama cewe, dia lesbi."

pembicaraan terhenti.
"Jadi menurutlu gimana? dia normal apa nggak?"
"em... di satu sisi dia normal sih, tapi pemikirannya ga normal."
"jadi normal apa nggak tuh?"
"em... menurut gue sih..."

"tapi bisa jadi solusi yang bagus dong untuk para bencong, pacarin aja lesbian biar dia bisa hidup normal."
"Eh? tapi kan..."
gue tersenyum. dia bete.
"Ah ribet. kenapa jadi ribet gini sih obrolannya..."

Gue masih tersenyum. dan berkata.

"Kalo bisa dibikin simple, kenapa milih yang ribet."


(banyakan mikir cepet tua)

"lo bukan orang yang paling simpel lagi sekarang..."
"Jadi?"
"lo penemu solusi atas kelangsungan hidup para bencong."
"Kak, nanti kalo kita ketemu kita main lagu Paramore - the only exception ya?" Pinta Mirna.
"Haha, oke oke. aku dengerin dulu ya lagunya."

Semua berubah, semua terlupakan

perkenalan yang cukup singkat, membawa hubungan ini ke jenjang untuk saling memahami satu sama lain.
tak perlu memiliki banyak alasan untuk menyukainya. semua yang terbaik sudah kulakukan.
pada dasarnya, semua yang ada dalam kehidupan ini akan berubah.
dan perlahan, tapi pasti. cepat atau lambat. akan terlupakan

tidak banyak cerita yang dapat kita lalui.
tidak banyak lagu yang dapat kita jadikan soundtrack kita.

cepat juga ya berlalu. kini kau telah tiada.
mengingat janji yang ku ucap untuk ibumu, yaitu mengunjungi keluargamu walau hanya sekedar "bermain"
tapi kini dalam keadaan, tidur dalam damaimu.
janji tetap janji

hari itu, rumahmu sepi. hanya ada nenek dan adikmu yang sedang asik dengan kegiatannya sembari mendengarkan radio.
aku disambut ramah, terimakasih.

dipersilahkan duduk sebagai tamu, cukup kaku mengingat seharusnya aku bisa lebih akrab dengan adikmu.
tidak banyak yang dapat dibicarakan. tiba-tiba, Radio itu melantunkan "Paramore - The only exception"

aku tersenyum, memandang fotomu yang masih menghiasi dinding rumahmu, sadar ini belum 40 hari berlalu.
dan melantunkan liriknya. dalam hati berucap "ayo kita nyanyikan bersama."

semua berubah, semua terlupakan
tidak lama lagi, semua akan berubah dan kau pun akan terlupakan
aku benci untuk mengatakannya, tapi itu pasti terjadi.
"Farewell, Mirna Kumalasari"

Bullying.
Siapa yang pernah dibullying?
Siapa yang pernah mem-bullying?

kita semua tau, itu adalah permasalahan terbesar yang ada di sekolah.
menurut gue, ini cukup berbahaya, setara dengan AIDS, memiliki luka mental yang "mungkin" tidak bisa disembuhkan.
Tapi lucunya, pihak pihak berwajib menutupinya seolah ini bukan masalah besar.
bersama SERRUM, gue diajak untuk berpartisipasi di PROJECT_OR melakukan pameran kampanye sosialisasi anti bullying. di IFI Salemba, pusat kebudayaan prancis

gue memilih karya video, dengan konsep.

Mendiamkan adalah salah satu tindakan bullying.
Pernahkah kamu berpikir ada 3 pihak yang terlibat di dalam proses bullying?
  1. pelaku
  2. Korban
  3. Orang yang mendiamkan itu terjadi
 Apapun alasannya, entah mendiamkan karena "takut" ataupun "tidak peduli" sadarkah kalau mendiamkan itu justru bisa menjadi pelaku maupun korban?
berapa banyak korban yang menjerit di dalam air matanya untuk meminta pertolongan, sementara kita hanya diam?
Video dibawah ini kurang lebih menyampaikan hal seperti itu, bisa dibilang semi-interaktif. karena tanpa sadar "kita" yang menontonnya adalah "orang yang mendiamkan" sehingga diakhir video diberikan beberapa text yang menyindir :)

so, do you still remains to silent?



tada, Video cover kedua sudah jadi.
kali ini vocalisnya cewe. namanya Shelly. karena vokalis yang pertama memiliki beberapa kesibukan yang tidak bisa ditolerir lagi. :)

sampai sekarang kita belum punya nama. jadi kalau ada yang mau memberi saran, monggo.
enjoy :D

 
don't forget to Subscribe yeah :D thanks
gue yakin kita semua memiliki mimpi dan cita-cita. itu pasti.
tapi seberapa banyak dari kita yang (mungkin) tak dapat menggapainya?
atau mungkin, menyerah?

you won't find it here, look another way.
you won't find it here, so try another day.
*dream theater - another day


intinya cuma satu, jangan menyerah.
kalau menyerah, kita kalah saat itu juga. :) seperti quotes dari film the billionaire..

contoh gue, dari dulu pengen banget jadi anak band. tetapi melihat industri musik saat ini sudah mementingkan pasar daripada kualitas, gue jadi males. tapi gue tetep pengen bermusik dan orang berapresiasi terhadap karya gue. walau kini gue sudah terbentur dengan dinding bernama kenyataan. umur gue udah 22. dan gue udah ga bisa main-main lagi. sementara kehidupan menuntut gue untuk melek.
ga perlu pusing-pusing, sekarang ada youtube, kalau dulu susah cari panggung atau label. sekarang? upload aja ke youtube.


you won't find it here, look another way.
you won't find it here, so try another day.
*dream theater - another day


teruslah berusaha.
daripada sekali gagal, lalu menyerah. hidup dengan dihantui penyesalan.

#promosi :P

Problematika itu tentatif. Tak satupun bisa memprediksi dan berkemas untuk menghadapinya.
Beberapa orang pernah terjatuh, air mata menghiasi wajahnya.
tangisan menjadi epilog dalam hidupnya.  aku tersenyum.

Beberapa berkata : "Gir, lo kok senyum-senyum? kok ketawain gue? gue lagi sedihhh!!"
aku tetap tersenyum,
dan berucap :

"Hidup bukan sekedar mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Tapi kalau lo memang ingin diibaratkan seperti itu..."

"aku akan kalah, jika aku berhenti tersenyum :)"

c'mon baby, get your smile