"Gir, you are the most simple man that i ever seen"
"is that so?"
"yeah, lo bener-bener ga mau ribet ya jadi orang?"
"Hm..."

Dia memandang gue kecewa. sangat.
manusia yang dia kagumi selama ini ternyata sangat mengecewakan saat dikenal lebih dekat.
"Misal begini..." ucap gue memecah kesunyian.
"Apa?"

"Kalau misal ada cowo bencong, main sama cewe-cewe lesbian"
dia mengerutkan dahi.
"Trus dia menyukai salah satu salah satu cewe lesbi itu."
"Tapi dia merasa dia lesbi."
dia makin bingung. "kok gitu?"
"soalnya dia merasa dia cewe seutuhnya, jadinya kalo suka sama cewe, dia lesbi."

pembicaraan terhenti.
"Jadi menurutlu gimana? dia normal apa nggak?"
"em... di satu sisi dia normal sih, tapi pemikirannya ga normal."
"jadi normal apa nggak tuh?"
"em... menurut gue sih..."

"tapi bisa jadi solusi yang bagus dong untuk para bencong, pacarin aja lesbian biar dia bisa hidup normal."
"Eh? tapi kan..."
gue tersenyum. dia bete.
"Ah ribet. kenapa jadi ribet gini sih obrolannya..."

Gue masih tersenyum. dan berkata.

"Kalo bisa dibikin simple, kenapa milih yang ribet."


(banyakan mikir cepet tua)

"lo bukan orang yang paling simpel lagi sekarang..."
"Jadi?"
"lo penemu solusi atas kelangsungan hidup para bencong."

Comments (0)