lagi-lagi merenung.
dalam keadaan gelap, hening, sunyi. dalam keadaan puncak dari hitamnya langit.
tak ada gunanya membuka mata, karena hasilnya tetap sama. gelap.
memikirkan arti hidup sebagai manusia.
dan apa yang harus dilakukan sebagai manusia.
20 tahun berlalu... perubahan terbesar terjadi dalam hidup.
dimana hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.
dimana hal yang selalu kita sebut mustahil menjadi keajaiban.
apa yang diperlukan untuk mendapatkan 'keajaiban'? introspeksi diri.
kembali merenung.
sedang apa aku disini?
apa yang sedang kulakukan?
apa yang kulakukan selama ini?
SOMBONG?
yup. aku sombong. 20 tahun hidup dalam kesombongan.
kembali merenung...
apa yang selama ini kusombongkan?
pantas kah itu disombongkan?
menyombongkan diri diatas kelemahan diri?
menyombongkan diri diatas ketidakberdayaan diri?
pantaskah kita membanggakan diri sementara kita tak bisa mengatasi rasa lapar tanpa makan?
pantaskah kita membanggakan diri sementara kita tak bisa hidup sendiri?
pantaskah kita membanggakan diri sementara kita masih membutuhkan air ketika kita haus?
pantaskah kita membanggakan diri sementara kita masih membutuhkan tidur ketika lelah?
pantaskah kita?
raba diri kita.
coba iris lengan dengan pisau. sakitkah?
coba berlari tanpa henti dengan seluruh kemampuan. letihkah?
coba terus berkarya tanpa mengenal tidur selama sebulan. mampukah?
coba hidup tanpa berbicara atau mendengarkan cerita orang. sanggupkah?
dari semua ketidakberdayaan itu, pantaskah diri kita sombong?
membanggakan sesuatu yang begitu semu, sementara diri ini penuh dengan keterbatasan.
kembali merenung. introspeksi
mengenal DIA, sang pencipta.
DIA membuat aku merasakan kehidupan, seni terindah.
Kehidupan adalah seni yang indah dari sang pencipta, dimana semua hal begitu relatif, dan tidak ada yang mutlak.
ada canda, ada tawa, cinta dan air mata.
Mengagumkan.
untuk sekian kalinya, merenung.
dan akhirnya mendapatkan jawaban atas pertanyaan "untuk apa kita hidup"
apa yang harus dilakukan?
cobalah kita merenung.
dapatkan jawaban atas pertanyaan - pertanyaan hidup yang tak terjawab.
dan marilah hidup tanpa kesombongan.
kita sama - sama manusia, tidak lepas dari salah dan dosa.
untuk itu, saling mengingatkan adalah solusinya.
dalam keadaan gelap, hening, sunyi. dalam keadaan puncak dari hitamnya langit.
tak ada gunanya membuka mata, karena hasilnya tetap sama. gelap.
memikirkan arti hidup sebagai manusia.
dan apa yang harus dilakukan sebagai manusia.
20 tahun berlalu... perubahan terbesar terjadi dalam hidup.
dimana hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.
dimana hal yang selalu kita sebut mustahil menjadi keajaiban.
apa yang diperlukan untuk mendapatkan 'keajaiban'? introspeksi diri.
kembali merenung.
sedang apa aku disini?
apa yang sedang kulakukan?
apa yang kulakukan selama ini?
SOMBONG?
yup. aku sombong. 20 tahun hidup dalam kesombongan.
kembali merenung...
apa yang selama ini kusombongkan?
pantas kah itu disombongkan?
menyombongkan diri diatas kelemahan diri?
menyombongkan diri diatas ketidakberdayaan diri?
pantaskah kita membanggakan diri sementara kita tak bisa mengatasi rasa lapar tanpa makan?
pantaskah kita membanggakan diri sementara kita tak bisa hidup sendiri?
pantaskah kita membanggakan diri sementara kita masih membutuhkan air ketika kita haus?
pantaskah kita membanggakan diri sementara kita masih membutuhkan tidur ketika lelah?
pantaskah kita?
raba diri kita.
coba iris lengan dengan pisau. sakitkah?
coba berlari tanpa henti dengan seluruh kemampuan. letihkah?
coba terus berkarya tanpa mengenal tidur selama sebulan. mampukah?
coba hidup tanpa berbicara atau mendengarkan cerita orang. sanggupkah?
dari semua ketidakberdayaan itu, pantaskah diri kita sombong?
membanggakan sesuatu yang begitu semu, sementara diri ini penuh dengan keterbatasan.
kembali merenung. introspeksi
mengenal DIA, sang pencipta.
DIA membuat aku merasakan kehidupan, seni terindah.
Kehidupan adalah seni yang indah dari sang pencipta, dimana semua hal begitu relatif, dan tidak ada yang mutlak.
ada canda, ada tawa, cinta dan air mata.
Mengagumkan.
untuk sekian kalinya, merenung.
dan akhirnya mendapatkan jawaban atas pertanyaan "untuk apa kita hidup"
apa yang harus dilakukan?
cobalah kita merenung.
dapatkan jawaban atas pertanyaan - pertanyaan hidup yang tak terjawab.
dan marilah hidup tanpa kesombongan.
kita sama - sama manusia, tidak lepas dari salah dan dosa.
untuk itu, saling mengingatkan adalah solusinya.
06.44 |
Category:
Meaningless Notes
|
1 komentar

Comments (1)
" Dan hasilnya sekarang adalah sebuah keberhasilan diri yang membuat hidup terasa lebh berarti dan bermanfaat untuk orang lain"
=p