"cinta adalah pertemuan,
perpisahan,
dan potongan kain transparan"
-Osorezan Revoir-

Terkadang, dan nyaris pasti,
kita sulit menerima adanya eksistensi perpisahan dalam hidup ini.
seperti sebuah kematian, sesuatu yang eksis tetapi kita hindari keberadaannya.
well, it's humane guys.

Tapi satu hal yang pasti, apapun yang terjadi hidup terus berputar
soon or late, we must be wise to face the reality

dan pertanyaannya? apakah perpisahan itu sesuatu yang buruk?
berapa  dari kita yang dapat menyadari hikmah dibalik sebuah perpisahan?

semakin berat hati kita untuk meninggalkan sesuatu,
yakinlah, semakin banyak cinta yang kita berikan untuk hal itu.

hari ini, gue bernostalgia.
mendatangi tempat yang cukup bersejarah untuk gue.
TK Al Furqon, Matraman.

Di TK ini gue belajar banyak hal, ini adalah tempat dimana gue dapat berdedikasi terhadap pekerjaan gue, sebagai guru.
yap, guru Tk.
Gue belajar bagaimana rasanya menghadapi puluhan mata berbinar ingin mendapatkan ilmu yang baru dalam hidupnya.
gue belajar bagaimana berinteraksi sesama rekan kerja.
gue belajar bagaimana cara menghadapi psiologi anak usia 3-5 tahun dalam belajar.
gue belajar bagaimana caranya menikmati pekerjaan yang gajinya yang bahkan tidak sampai setengah juta.
gue belajar mencintai itu semua.

2 tahun berlalu, gue mendapat feedback yang baik dari warga TK Al furqon.
mereka menghargai kerja keras yang gue rasa belum maksimal, karena terhalang oleh 'kuliah'
2 tahun berlalu, kehidupan memaksa gue untuk mencari nafkah yang lebih baik dari ini.
2 tahun berlalu, gue menghadapi kepala sekolah dan meminta restu untuk resign dari Tk.
Dan beliaupun mengucapkan selamat atas diterimanya gue di tempat yang baru,
SMAN 41.

tidak pernah hati gue merasa sesenang ini,
kerja baik-baik
dan resign baik-baik.
sama sekali tidak ada permasalahan selama 2 tahun terakhir.

tidak sampai gue keluar dari pintu,

"Pak Gereeee!!"
"Hei!!" respect gue membalas panggilan bodoh itu, ya entah kenapa nyaris 90% orang yang kenal gue ketika meneriaki nama gue, lafal huruf "I" menjadi "E"
"Pak Gere mau pulang ya?"
"Iya sayang, mau pulang..."
"Pak Gere rumahnya dimana?"

saat itu juga, gue pengen nangis,
entah kenapa, sesaat gue berpikir gue sangat egois.
karena segenggam materi, gue meninggalkan mata polos yang berbinar ini.
yang entah apakah akan gue dapatkan lagi di tempat mengajar yang baru.
Mata itu terus berbinar,
seolah, kita akan bertemu esok dan seterusnya.

6 bulan berlalu,
dan kini, gue berdiri disini lagi, Tk Alfurqon.
banyak pertanyaan berkeliaran di kepalaku.

Bagaimana respon mantan rekan kerjaku?
Bagaimana kabar anak-anak bodoh itu?
Apakah mereka  masih kenal sama gue?

ketika sadar, ternyata pertanyaannya cuma 3.

ketika gue masuk, gue sempet mengintip 1 kelas yang sedang diajar Alfan, senior gue di kampus, sekaligus pengganti gue.
"Eh, liaaat!! ada Pak Gereeeeee!!!" spontan, kelas itu gaduh.
Alfan pun panik karena murid-murid itu keluar kelas untuk mencium tangan gue.

"Pak Gereeeee!!" mereka masih inget gue.
"Bukan, aku Dadang...!!" gue mencoba berkilah
"Pak Gereeeee!!" mereka ga peduli.

Alfan pun menghampiri gue.
"Fan, imej ganteng gue masih melekat di hati mereka" sindir gue
"Tenang aja Gir, perlahan gue udah meracuni mereka dengan doktrin gue"

"Hai Pak Giri, apa kabar?" Bu Nana, kepala sekolah TK menyapa gue hangat.
Gue tersenyum dan nostalgia pun dimulai :)

                                              Alfan, guru pengganti sedang asik dengan bb huron-nya

                               Bu Nana sang kepala sekolah, baik hati ramah tamah tidak sombong dan hemat listrik
                                                                         murid-murid lugu yang bahkan ga tau kalo gue ga hapal nama mereka


                                              Senyum polos terlihat dari wajah tak berdosa itu, mereka tidak tahu sebentar lagi mereka akan dijual


"Gimana pan, ngajar di sini?"
"Bocah-bocah gila ini penghibur gue banget. hahaha"
Gue tersenyum.
Syukurlah, gue dapat berbagi kebahagiaan, walaupun awalnya pahit :)
Dan alhamdulillah, di SMA 41 pun gue mendapat sambutan hangat yang tidak kalah dari TK Al furqon.

berfikirlah dengan kepala dingin teman,
berpisah tidak terlalu buruk yang seperti kita pikirkan.
Entah berapa hal baik yang akan kita dapat ketika perpisahan itu terjadi.
nikmatilah perjalanan yang telah Tuhan siapkan untuk kita.
kerikil dalam hidup itu pasti ada, bahkan mungkin jurang.
tapi jangan terlalu dipikirkan. karena itu yang terbaik untuk kita, Dari Tuhan.
Perpisahan Itu harus dilakukan


Comments (0)